resensi

Prince of Glace 1

 

 

prince-of-glace-01

Judul: Prince of Glace 1
Judul asli: 銀盤騎士 1 (Ginban Kishi 1)
Pengarang: Ogawa Yayoi
Genre:  Comedy, Drama, Sports, Romance, Josei, Slice of Life  

No ISBN: 9786024282042
Tahun Terbit: 4 Januari 2017 
Penerbit: m&c!
Harga: Rp 22.500

Sinopsis:

Igari Chitose bekerja di sebuah penerbitan kecil, tapi dia berteman baik dengan Kijinami Kokoro, seorang atlet figure skate ternama di Jepang!

Chitose menggenggam “rahasia” yang membuat Kokoro sangat tergantung padanya!

 

Kisah ini dimulai dengan adegan Chitose yang memasuki area kantornya. Chitose adalah seorang gadis yang bekerja di penerbitan kecil yang membuat majalah kesehatan. Meskipun sudah dua tahun kerja kantoran, penampilan Chitose mirip anak SD dikarenakan posturnya yang mungil. Posturnya yang mungil ini kadang menjadi bahan ledekan Sawada, sang kepala editor. Diceritakan saat itu Chitose hendak membereskan meja yang berantakan, kemudian Sawada memanggilnya dan mengajak minum-minum. Chitose beralasan ia harus membuat artikel. Sayangnya Sawada tidak menerima penolakan dengan berkata “Harus ada cewek yang ikut.”

Saat hari beranjak siang. Sawada menyuruh Imai untuk menyalakan teve demi menonton berita siang. Diberitakan dengan pensiunnya atlet Tanahashi Densuke berarti dimulailah persaingan super ketat antara peseluncur pria dan wanita dan nama Kijinami Kokoro dielu-elukan sebagai pengganti sang juara. Para karyawan wanita pun sibuk berbincang tentang Kokoro. Kemudian di teve muncul pengumuman bahwa Kijinami akan turut serta dalam kompetisi Grand Prix China dan teve akan menayangkannya malam ini jam 8. Setelah mendengar pengumuman dari teve tersebut, Chitose luar biasa terkejut. Ia buru-buru membereskan barang-barangnya lalu berlari sekuat tenaga setelah sebelumnya pamit keluar sebentar. Ternyata Chitose sudah ditunggu mobil yang dikendarai manajer Kokoro bernama Moriyama. Kemudian bersama Moriyama, Chitose pergi ke arena pertandingan. Dalam kompetisinya sendiri, Kokoro berhasil menyelesaikan short program* dengan sukses.

Ternyata ada rahasia tersendiri antara Chitose dan Kokoro. Selama ini Chitose yang merupakan teman Kokoro sejak kecil selalu memberikan suntikan semangat untuk Kokoro lewat mantera yang berasal dari anime Lala. Mantera dari anime yang disukai Chitose dan Kokoro inilah yang selalu diberikan Chitose pada Kokoro yang gugup sebelum bertanding. Berkat mantera yang diberikan Chitose inilah, Kokoro meraih berbagai gelar juara !

* * * * *
Manga berseri baru.
Yey !
Menurut  Baka-Updates Manga, di negara asalnya manga ini sudah mencapai sembilan jilid. Ouch, aku merasa zonk dengan kenyataan bahwa manga ini lumayan panjang ceritanya. Kirain pendek sekitar empat atau lima jilid aja, ternyata ….
Yaaa sudahlah ya, sudah terlanjur jadi ya lanjut dikoleksinya.

Manga ini lumayan penuh dengan istilah dunia figure skate. Sebagai gambaran, di bab awal saja sudah muncul istilah seperti quadruple jump, triple axel, triple lutz, triple toe loop, short program, dan sit spin. Untuk jilid satu ini terdiri dari enam bab. Meskipun sempet pusing dengan istilah dunia figure skate, aku cukup menikmati manga yang satu ini dan kepusinganku terjawab dengan adanya glosarium di bagian akhir manga ini. Porsi untuk figure skate di jilid satu ini lumayan banyak (di jilid satu ini diceritakan ada beberapa kompetisi yang diikuti Kokoro). Porsi untuk yang romance-romance juga lumayan banyak jadi seimbanglah. Yang jelas manga ini masuk daftar rekomendasi. Artworknya kece, jalan ceritanya menarik, dan menambah pengetahuan mengenai dunia figure skate.

Btw awal-awal baca, aku agak kebalik-balik dan bingung antara nama Chitose dan Kokoro. Dua nama ini kayaknya universal, bisa cewek, bisa cowok. Dulu seringnya nemu nama Kokoro untuk cewek sementara Chitose bisa untuk cowok maupun cewek. Eh, di manga ini malah  Chitosenya yang cewek, Kokoronya yang cowok.

prince-of-glace-kover-bab-satu
Yang kiri Chitose
prince-of-glace-sample
Artworknya rapi dan bersih

Hum karena manga ini baru diterbitkan satu jilid, masih banyak hal yang perlu diketahui. Paling penasaran sih sama mantera atau sihir yang dipraktikkan Chitose sama Kokoro, hehehe …
Memang sih sudah ada adegannya tapi aku kurang mudheng. Siapa tahu di jilid dua lebih jelas.

Yang aku suka dari manga ini selain artwork dan ceritanya yang kece, adegan romancenya Chitose dan Kokoronya manis. Adegannya sendiri sih termasuk adegan yang lumayan umum di manga yang romance-romance tapi nggak tahu kenapa rasanya manis aja.

Yang aku nggak sreg, kadang suka bingung mengenali tokohnya terutama antara Kokoro, Sawada, dan Takiguchi (trainer Kokoro). Mirip-mirip pokoknya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s