resensi

Perfect World 1

 

perfect-world-01

Rated Mature alias Dewasa !!!

Judul: Perfect World 01
Judul asli: パーフェクトワールド 1
Pengarang: Aruga Rie
Genre: Drama, Josei, Romance, Slice of Life   
No ISBN: 9786024281595
Tahun Terbit: 28 Desember 2016 
Penerbit: m&c!
Harga: Rp 22.500

Sinopsis:

Tanpamu,
dunia ini tidak sempurna…

Tsugumi Kawana (26 tahun), karyawati sebuah perusahaan desain interior, bertemu kembali dengan Itsuki Ayukawa, teman semasa SMA sekaligus cinta pertamanya, di acara gathering bersama kantor arsitektur.
Tsugumi merasakan debaran terhadap Itsuki, namun Itsuki kini lumpuh dan duduk di kursi roda.

“Tidak mungkin menjalin hubungan cinta dengan Itsuki.”
Begitu pikir Tsugumi pada awalnya…

Tsugumi Kawana bertemu kembali dengan cinta pertamanya saat di SMA, Itsuki Ayukawa di acara gathering bersama klien dari kantor arsitektur. Kawana bekerja sebagai karyawati perusahaan desain interior sementara Ayukawa bekerja sebagai arsitek. Mereka kemudian mengobrol dengan asyik. Ketika Ayukawa mau pulang, Kawana baru menyadari bahwa Ayukawa memakai kursi roda. Kawana sangat terkejut. Nabe (teman kantor Ayukawa) yang menyadari reaksi Kawana kemudian menjelaskan bahwa Ayukawa sudah menggunakan kursi roda saat bergabung dengan perusahaan jadi sepertinya Ayukawa mengalami kecelakaan saat kuliah. Kawana pun terdiam dengan kenyataan bahwa Ayukawa lumpuh. Setelah acara gathering, Ayukawa kemudian menjadi topik pembicaraan antar karyawati di kantor Kawana. Teman kantor Kawana pun mengatakan bahwa menjalin hubungan dengan orang seperti Ayukawa rasanya mustahil dan Kawana tidak dapat membantah itu. Meskipun bertemu dengan Ayukawa membuat Kawana berdebar lagi seperti saat di SMA, Kawana merasa ragu dan ingin menarik diri. Dengan keadaan yang seperti itu, bagaimana hubungan mereka selanjutnya ?

* * * * *
Manga yang menghangatkan hati. Tema yang diangkat memang berat, berhubungan erat dengan penyandang disabilitas. Manga jilid satu yang terdiri dari empat bab ini sangat menambah pengetahuan mengenai penyandang disabilitas terutama untuk kasus Ayukawa yang menggunakan kursi roda karena mengalami kecelakaan. Di manga jilid satu juga menyelipkan istilah kedokteran. Untuk kasus Ayukawa yang mengalami cedera tulang belakang ternyata setelah lolos dari maut dan tidak bisa berjalan, Ayukawa masih harus berhadapan dengan luka baring, rasa sakit luar biasa yang disebut phantom pain, dan UTI (infeksi saluran kencing) yang jika berulang bisa memicu gagal ginjal.
Dalam manga ini diperlihatkan bagaimana Ayukawa seorang penyandang disabilitas menjalani kehidupannya sehari-hari serta bagaimana masyarakat seperti Kawana dan tokoh-tokoh lain memandang dan memperlakukan penyandang disabilitas seperti Ayukawa.
Yang aku suka dari manga ini adalah saat membacanya hati ini rasanya hangat dan terharu. Di manga jilid satu ini banyak diceritakan bagaimana Ayukawa berjuang begitu keras dan berdedikasi pada pekerjaannya. Contohnya di bab satu saat Ayukawa dirawat inap di rumah sakit (di jilid satu ini Ayukawa diceritakan beberapa kali dirawat di rumah sakit) karena luka baring. Seperti yang dikatakan Nabe, penderita cedera tulang belakang seperti Ayukawa bisa tiba-tiba jatuh sakit. Dengan keadaan luka baring yang parah dan masih demam tinggi, Ayukawa berusaha menyelesaikan karya yang mau diikutkan dalam sebuah kompetisi. Dengan demam hampir 40 derajat dan hanya bisa menggambar dalam posisi telungkup atau menyamping, Ayukawa berhasil menyelesaikan gambarnya dibantu Kawana. Gambar itu kemudian dinobatkan sebagai juara kedua.
Selain terharu dengan perjuangan dan dedikasi Ayukawa, aku juga terharu dengan perjuangan Kawana. Kawana ini awalnya ragu untuk menjalin hubungan dengan Ayukawa namun setelah melihat sendiri bagaimana perjuangan dan dedikasi Ayukawa, mulai tumbuh tekad tersendiri di hati Kawana. Ya Kawana jatuh cinta lagi dengan Ayukawa. Dengan keraguan yang masih bercokol, Kawana memulai komunikasi yang lebih intens dengan Ayukawa. Kawana mencoba mengenal dan memahami Ayukawa. Ayukawa sendiri sejak awal cerita ini memang menegaskan bahwa dia tidak berniat menjalin hubungan dengan siapapun dan Ayukawa mengulangi kata-kata itu beberapa kali di jilid satu ini. Awalnya Kawana sempat agak setuju dengan prinsip Ayukawa itu namun setelah mengenal Ayukawa lebih dekat, perasaan sukanya terus berkembang dan akhirnya Kawana memutuskan untuk berterus terang kepada Ayukawa mengenai perasaannya di bagian akhir jilid satu ini.   Jadi nggak sabar menunggu jilid dua manga ini. Di bagian akhir jilid satu memang Ayukawa terkesan menerima perasaan Kawana namun menilik bagaimana Ayukawa bersikap sangat keras terhadap dirinya sendiri dan sempat berprinsip untuk hidup sendiri selamanya, perkataan Kawana tentang kebahagiaan mereka yang rapuh itu dapat dipahami.
Manga ini jelas sangat masuk daftar rekomendasi. Artworknya kece, rapi, dan bersih. Jalan ceritanya juga sangat menarik. Di negara asalnya, manga ini sudah terbit empat jilid. Uuh, jadi nggak sabar baca lanjutannya.

perfect-world-1-kover-bab-satu

perfect-world-1-sample

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s