Uncategorized

Baca Komik Gratis lewat COMICA

COMICA

Apakah itu ?

Aku sendiri baru tahu tentang COMICA ini sekitar bulan Februari 2017.

Berawal dari baca-baca komen di komik LINE WEBTOON kok beberapa kali aku nemu komen yang garis besarnya ‘pindah ke lapak sebelah’ ‘ada di webtoon sebelah’ di lapak komik LINE WEBTOON. Aku penasaran dong, berarti LINE WEBTOON ini bukan satu-satunya lapak untuk baca komik online. Waktu itu sih aku masih kudet dengan beranggapan kalau LINE WEBTOON ini adalah satu-satunya lapak yang legal untuk baca komik online. Setelah tahu ada lapak lain, aku segera meluncur ke Google Play.

COMICA
Link Google Play :

https://play.google.com/store/apps/details?id=com.comica.comics.google&hl=in

Tagline nya :

COMICA – Free Webtoon Comic alias COMICA – Webtoon, Komik Gratis!

Hum, apa benar gratis ?

Ayo dicoba !

.

.

.

Bagi yang sudah menggunakan LINE WEBTOON, COMICA ini pada prinsipnya sama seperti LINE WEBTOON makanya sering disebut dengan webtoon sebelah.

COMICA ini ada versi aplikasi dan versi webnya juga.
Versi web di http://sea.comica.com/sea/

Bisa baca komik tanpa login (tapi terbatas)

Perlu diperhatikan, COMICA ini seperti keterangannya di Google Play, memberlakukan In-app purchases bervariasi antara Rp 5.000 – Rp 1.146.432 per item.
Jadi ya, COMICA ini tidak murni gratis.

.

.

.

Menelusuri COMICA

Komik-komik di COMICA dikelompokkan ke berbagai kategori antara lain :
Berdasarkan status apakah masih on-going atau sudah END. Komik yang masih on-going diupdate setiap satu minggu sekali.
Berdasarkan genre antara lain romance, drama, comedy, fantasy, action, horror.

Seperti yang sudah dikatakan tadi, COMICA ini tidak murni gratis. Jadi begini, ada komik yang beberapa chapter GRATIS kemudian chapter selanjutnya dikunci. Untuk membuka kunci ini harus menggunakan koin.
Koin ini didapat dari mana ?
Di sinilah tidak gratisnya.
Koin ini bisa dibeli mulai dari Rp 5.000 (4 koin) hingga Rp 500.000 (700 koin).

Harus beli koin ya ?
Ndak juga sih.
Selain beli koin, ada cara lain untuk bisa membaca chapter yang dikunci.
Ada event DAILY LOGIN jadi loginlah ke COMICA setiap hari tanpa putus. Umumnya mendapat 30 point setiap login. Ada juga yang sekali login 50 point. Point ini jika dikumpulkan mencapai jumlah tertentu bisa ditukar dengan koin. Memang mengumpulkannya lama karena untuk 30 hari atau 30 kali login baru mendapat 30 koin dan sekitar 800an point. Penukaran point jadi koin bisa dilakukan jika sudah mencapai 200 point (2 koin) tapi lebih enak menukarkan point saat sudah mencapai 1.000 karena ada bonus koin (10 koin + 5 koin). Maksimal point yang bisa ditukarkan untuk sekali penukaran adalah 3.000 point (30 koin + 30 koin).  Paling menguntungkan memang menukarkan point saat sudah mencapai 3.000. Bonus koinnya lebih mantap.

Duh, tapi aku nggak sesabar itu, ada cara lain tanpa harus beli koin atau rajin login ?

Ada, yaitu menggunakan tiket. Sayangnya tiket ini hanya tersedia bila mengakses COMICA lewat aplikasi. Di COMICA versi web tidak ada fitur tiket ini.
Tiket bisa didapat dengan menonton iklan yang tersedia. Tinggal klik ikon tiket atau lewat menu Isi tiket. Iklan akan terputar dengan sendirinya. Ada yang durasinya 30 detik, ada yang 15 detik. Biarkan iklan terputar. Kalau sedang luang ya iklan bisa ditonton sebagai hiburan. Satu tiket akan didapat setelah menonton satu iklan hingga durasinya habis dan satu tiket ini bisa digunakan untuk membaca satu chapter yang terkunci. Sayangnya maksimal penambahan 5 tiket per hari dengan masa berlaku setiap tiket lima hari jadi tiket bisa diakumulasi untuk beberapa hari jika tidak dipakai.
Hehehe … aku kalau baca chapter yang terkunci selalu pakai tiket. Lama kelamaan banyak komik yang sudah dibaca jadi tiket sering bertumpuk di angka belasan jadi nggak khawatir lagi deh kalau mau baca chapter yang terkunci karena banyak tiket yang disimpan.

.

.

.

Yang aku suka dari COMICA :

Komik yang tersedia lebih bervariasi dibanding LINE WEBTOON. Pokoknya wajiblah install COMICA di smartphone sebagai pendamping LINE WEBTOON. Di COMICA ini lebih terbuka dibanding LINE WEBTOON. Ada komik yang genrenya nggak umum seperti shonen ai/boys love yang tokohnya cowok-cowok punya hubungan romantis, komik berisi konten dewasa yang ada adegan pakaian minim dan adegannya menjurus (tapi tetap ada sensor dengan diblur). Di LINE WEBTOON aku belum pernah menemukan komik dengan genre seperti di atas (atau akunya yang kudet dan kurang berusaha nyarinya).
Apakah aku nggak suka dengan keterbukaan COMICA ini ?
No, awalnya sih aku kaget dan WOW dengan adanya komik-komik dengan genre nggak umum di atas. Sempetlah komen dalam hati wah COMICA ini berani banget ya menyediakan komik seperti itu. Ini di Indonesia Men, yang konten-konten dewasa dan banyak hal yang dianggap tabu ditampilkan di media manapun lumayan dibatasi. Seneng malahan dengan keterbukaan COMICA memberi wadah komik-komik yang dengan genre nggak umum seperti di atas, meskipun aku nggak baca sih. Ya aku memang nggak baca  lagi komik yang berbau shonen ai/boys love. Dulu pernah coba baca tapi ternyata memang bukan seleraku jadi aku nggak pernah baca lagi deh.

Meskipun ada konten berbayar, COMICA tidak membuatnya jadi hal yang ribet. Baca chapter yang terkunci tidak harus pakai koin karena dengan tiket pun bisa.
Pas baca-baca komen di Google Play, kayaknya sistem tiket ini diterapkan belum lama karena banyak yang mengeluh dengan sistem point dan koin. Aku termasuk yang beruntung kenal COMICA saat sistem tiket sudah berjalan. Tinggal nonton iklan aja. Nggak berat’kan ?
Btw kalau bacanya komiknya nggak SKS alias baca komik dari chapter awal sampai akhir sekaligus sih seharusnya nggak ribet harus beli koin untuk buka chapter yang terkunci. Aku baru sadar kalau komik di COMICA itu pada dasarnya diupdate satu chapter setiap minggunya. Dulu aku kira komiknya diupdate tiap hari karena sering nongol chapter baru yang dikunci padahal kayaknya kemaren baru baca chapter yang gratis. Ternyata setelah dilihat-lihat, tanggal updatenya memang berselang satu minggu dan banyak komik yang chapternya dikunci jadi gratis jika sudah mencapai tanggal updatenya. Seringnya ada tulisan Gratis setelah … hari. Tinggal lihat tanggal updatenya deh. Pas tanggal updatenya tiba pasti chapternya jadi gratis. Memang melatih kesabaran seperti baca komik di LINE WEBTOON yang updatenya seminggu sekali. Tapi kalau memang tipe pembaca SKS yang bisa langsung melahap belasan chapter sekaligus sih repot karena harus sedia tiket atau koin yang banyak, kan pengennya baca chapter banyak sekaligus.
Tapi memang ada komik yang gratis di chapter awal lalu dikunci permanen sampai chapter terakhir. Ada itu jadi harus sedia tiket dan koin karena nggak akan tiba-tiba jadi gratis.
Tapi ada juga komik yang memang gratis dari awal sampai akhir. Tinggal pilih-pilih saja.

.

.

.

Yang aku ndak suka dari COMICA :

Fitur tiket cuma ada di aplikasi. Di COMICA versi web ndak ada.

Tidak bisa dizoom. Gambar kekecilan dan ndak begitu kelihatan percakapannya di Smartphone LG G2 Mini yang layarnya 4,7. Kalau sudah ndak kelihatan di smartphone terpaksa baca lewat web.

Butuh koneksi yang mumpuni banget karena loadingnya berat (atau smartphoneku yang sudah uzur dan koneksiku yang memble).

Mau baca offline rempong. Harus disimpan satu per satu. File yang disimpan juga besar-besar ukurannya. Bikin penuh memori juga.

.

.

.

COMICA akhir-akhir ini

Belakangan ini aku kesulitan mendapatkan tiket di aplikasi. Dulu saat masih lancar, beberapa kali klik tombol Isi Tiket lancar jaya, iklan terputar dengan sendirinya jadi selalu dapat tiket 5 buah per hari. Sayangnya akhir-akhir ini lumayan ngadat, aku menduganya setelah ada update aplikasi jadi agak error.
Jadi sekarang ini setiap kita mau keluar dari aplikasi pasti ada iklan. Iklannya sangat bervariasi, bisa gambar, bisa video. Awal-awal ada iklan sebelum keluar dari aplikasi ini aku biasa saja, aku mikirnya gampang aja sih jadi aku sering membiarkan iklan itu agak lama (ndak di skip sama sekali). Sepertinya mereka mengamati perilakuku ini sehingga lama-lama iklannya berbentuk video yang durasinya puanjang, pokoknya lebih dari lima menit dan aku masih tetap tidak menyekip iklan ini jadi kadang setelah pencet tombol back, iklan berbentuk video itu ta’ tinggal, ta’ biarkan terputar sendiri sampai selesai. Dengan perilakuku yang seperti itu entah kenapa mereka malah semakin ganas. Biasanya setelah masuk ke aplikasi, iklan untuk mendapatkan tiket akan terload secara otomatis jadi setelah pencet Isi Tiket langsung terputar lancar iklannya eh tiba-tiba iklan untuk mendapatkan tiket ini jadi suka ngadat, tidak terload sehingga harus berpuluh-puluh kali memencet tombol Isi Tiket dan belum tentu iklan untuk mendapatkan tiket ini terload. Jadi begini, aku memasang aplikasi data monitor sehingga aktivitas unduh akan terlihat angkanya di layar smartphone. Setelah membuka aplikasi biasanya memang terlihat pergerakan angka unduh. Sebelum ngadat, aktvitas unduh ini adalah untuk iklan mendapatkan tiket. Setelah ngadat, setelah beberapa kali tidak bisa mendapatkan tiket, aku baru menyadari kalau aktivitas unduh yang berjalan setelah membuka aplikasi adalah untuk meload iklan yang nongol saat mau keluar dari aplikasi.
Jadi mau ngeload iklan untuk mendapatkan tiket ndak bisa.
Bisanya malah ngeload iklan yang nongol kalau mau keluar dari aplikasi.
Owh rasanya aku mau meledak. Aku tahu iklan itu penting untuk kelangsungan jajaran aplikasi ini dan konsumennya tapi kok gitu amat.
Sudah nonton iklan untuk mendapatkan tiket yang dipakai untuk membaca komiknya eh masih juga harus nonton iklan yang selalu nongol kalau mau keluar dari aplikasi. Aku sendiri memang biasa tidak pernah menyekip iklan meskipun iklannya berbentuk video yang durasinya puanjang banget. Kalau iklannya puanjang biasanya aku tinggal, biarkan terputar sendiri sampai selesai. Selama iklan itu masih terputar, aku melakukan hal lain. Dan mereka makin ganas dengan perilakuku ini. Ada hari di mana aku menghabiskan waktu satu jam lebih hanya untuk memencet tombol Isi Tiket namun iklannya tidak terload sama sekali. Malah terload untuk iklan setelah pencet tombol back alias iklan sebelum keluar dari aplikasi.
ARGH !!!
Akhirnya aku coba deh untuk downgrade versi aplikasinya. Aku pilih yang updetan tahun 2016 akhir eh pas dicoba ternyata masih versi di mana tombol Isi Tiket nggak eksis, lah gatot deh. Aku balik lagi ke versi atasnya akhirnya dan untuk mendapatkan tiket masih ngadat dan harus setengah mati mencetnya. Fyuh, aku pusing.
Akhirnya aku nyoba pasang VPN. Mengingat kadang koneksi internetku juga suka ‘aneh’, error nggak jelas. Ternyata setelah pasang VPN (pakai aplikasi gratisan di Google Play), koneksi internetku bisa untuk ngeload iklan untuk mendapatkan tiket, YEY!
Bisa lagi deh dapat 5 tiket per hari kayak dulu.
Kejadian ini sungguh suatu anomali. Bayangin dong, koneksi internet tanpa VPN, mau ngeload iklan untuk mendapatkan tiket nggak bisa eh ngeload iklan yang nongol saat mau keluar dari aplikasi bisa. Koneksi internetku aneh bener bisa milih mana iklan yang mau diload. Setelah pakai VPN, mau iklan mana aja lancar. Hiih …
Bagi pengguna COMICA yang mengalami hal yang sama, sok dicoba dulu pakai VPN. siapa tahu bisa ngeload iklan lebih lancar tapi inget koneksi internetnya harus oke juga.

.

.

Update COMICA akhir-akhir ini

Aku lupa kejadiannya kapan tapi terjadi baru-baru ini (sekitar bulan September). Tiba-tiba ada pengumuman kalau ada karya yang ditarik. Penjelasan dari pihak COMICA bahwa mereka mendapat pengaduan mengenai karya di COMICA terdapat unsur pornografi dan dapat merusak generasi muda. Bah, rasanya aku pengen nerkam orang. Kebiasaan di Indonesia nih kayaknya masih umum memandang semua karya dua dimensi seperti komik itu ditujukan untuk anak-anak (yang di bawah 13 tahun gitulah). Padahal ya di level internasional komik ini memiliki banyak genre dan menyasar seluruh kategori usia. Ada komik khusus untuk anak-anak sampai khusus dewasa. Sebenarnya penerbit komik di Indonesia juga sudah mengelompokkan komik dalam kategori tertentu. Contoh penerbit Level Comics yang khusus menerbitkan komik dewasa yang isinya bisa vulgar semacam adegan kekerasan dan pembunuhan. Setelah heboh menyasar filter pornografi di internet sekarang mulai deh merambah ke aplikasi semacam COMICA dan COMICA menuruti pengaduan ini dengan menutup 39 karya.
ARGH !!!
Padahal nih ya pada karya-karya yang ditutup itu sudah muncul peringatan untuk berhati-hati karena mengandung adegan dewasa bla bla bla dan untuk umur 21 plus. Kalau ada bocah kicik baca berarti’kan orang tuanya lepas tangan tidak mengawasi dan melindungi anaknya eh terus kok yang disalahkan COMICA dan karyanya sampai minta karyanya ditarik karena takut merusak generasi muda. Yang paling nyebelin ya gara-gara COMICA menurutinya dengan menutup 39 karya. Pihak COMICA kayaknya bener-bener ketakutan sampai akhirnya menutup 39 karya. Untungnya sekitar bulan Oktober ada beberapa karya yang kembali ke COMICA. Memang sih dalam penjelasannya pihak COMICA memutuskan untuk mereview kembali karya-karya yang ditutup. Sebagian besar karya sih tidak kembali, permanen dihapus dari COMICA karena memang genrenya sensitif buanget untuk ukuran orang Indonesia. Aku nggak bisa lagi mengatakan COMICA ini terbuka untuk genre-genre sensitif seperti shonen ai/boys love karena karyanya sudah dihapus dari COMICA. Kecewa banget sama pihak COMICA yang memilih menuruti pengaduan daripada mencari solusi yang nyaman bagi pihak yang terlalu mencemaskan karya-karya di COMICA. Bisa aja’kan diatur lewat login, masukin tanggal lahir atau umur misalnya lalu secara otomatis karya-karya di COMICA sudah terfilter sesuai dengan data penggunanya. Bisa juga tiap karya kategori dewasa dan genre sensitif diberi peringatan sejenis pop up yang guede lalu harus konfirmasi umur/tanggal lahir juga bisa, pokoknya kasih peringatan yang guede deh. Kalau ada yang pengguna yang bandel, nggak nurut aturan usia ya resiko tanggung sendirilah. Tapi dasarnya orang Indonesia, suka cari-cari yang bisa disalahkan makanya ada pengaduan kayak di atas ya’kan ? Ya kalau bocah kicik baca karya nggak sesuai umur di COMICA ya udah dong nggak usah baca COMICA, sita smartphonenya kalau perlu, kalau nggak ya awasi penggunaannya, pasang filter untuk si bocah atau apalah, masa nyuruh COMICA nutup karya sebagai solusi ? Sendirinya kok mau enaknya aja hiih … Nggak mikirin kreatornya yang karyanya dicabut dari COMICA dan pengguna COMICA yang baca komik sudah sesuai ketentuan. Sudah telanjur terjadi, pengguna COMICA yang baca komik sudah sesuai ketentuan cuma bisa sabar dengan hilangnya judul-judul kesukaan. Semoga ada aplikasi sejenis COMICA yang mengakomodasi karya-karya yang ditutup. Semoga.

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s